Site icon DetikMedia24

BYD Mendominasi Segmen Mobil Listrik Di Indonesia

BYD

BYD Mendominasi Segmen Mobil Listrik Di Indonesia

BYD (Build Your Dreams) Asal Tiongkok Jadi Salah Satu Faktor Pendorong Terbesar Dalam Segmen Mobil Listrik Di Tanah Air. Perkembangan industri otomotif di Indonesia menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari yang sebelumnya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di pandang sebagai segmen kecil atau ceruk, kini pertumbuhannya menjadi salah satu motor utama dalam pasar otomotif nasional.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penetrasi kendaraan listrik khususnya BYD di pasar domestik mengalami peningkatan tajam dalam dua tahun terakhir. Dari level sekitar 2–3 persen pada 2023, kemudian naik menjadi sekitar 5 persen pada 2024, akhirnya melonjak hingga sekitar 13 persen pada akhir 2025 dari total penjualan mobil nasional. Angka ini menunjukkan kendaraan listrik bukan lagi sekadar fenomena kecil. Tetapi sudah mulai mengubah struktur pasar otomotif di Indonesia BYD.

Pada kuartal terakhir 2025, momentum pertumbuhan ini semakin terlihat kuat. Penjualan kendaraan listrik saja mencapai sekitar 13 ribu unit hanya dalam dua bulan terakhir. Atau sekitar 18 persen dari total penjualan nasional pada periode itu. Hal ini merupakan indikasi bahwa EV sudah mulai menjadi kontributor signifikan bagi volume pasar secara keseluruhan.

Peranan BYD dalam Mendorong Adopsi EV

Salah satu faktor kunci di balik lonjakan ini adalah keberhasilan BYD dalam merebut hati konsumen Indonesia. Perusahaan asal Tiongkok ini mencatat angka penjualan yang mengesankan. Dengan total penjualan mencapai puluhan ribu unit pada sepanjang tahun 2025 di Indonesia. Strategi produk yang beragam, mulai dari model city car hingga MPV dan SUV listrik. Memberikan konsumen tawaran pilihan yang sesuai dengan kebutuhan berbeda-beda.

Model-model seperti BYD Atto 1, BYD M6, dan BYD Sealion 7 jadi best seller di pasar domestik berkat kombinasi desain menarik, teknologi terbaru, serta harga yang kompetitif. Bahkan sub-merek premium dari BYD, yaitu Denza D9, di laporkan meraih lebih dari 10 ribu unit pemesanan sejak di perkenalkan pada awal 2025. Menunjukkan bahwa permintaan untuk model listrik kelas atas juga meningkat.

Faktor Pendukung Pasar EV yang Menguat

Pertumbuhan penetrasi EV di Indonesia tidak lepas dari beberapa faktor lain yang saling memperkuat. Pertama, adanya insentif fiskal dari pemerintah, memberikan keringanan pajak bagi konsumen EV yang pada akhirnya menurunkan harga akhir kendaraan listrik dan lebih menarik konsumen.

Kedua, peningkatan kesadaran konsumen terhadap total biaya kepemilikan (total cost of ownership) mendorong lebih banyak pembeli. Untuk mempertimbangkan EV sebagai pilihan yang ekonomis dalam jangka panjang. Kendaraan listrik cenderung menawarkan biaya perawatan yang lebih rendah serta efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil tradisional.

Ketiga, ekspansi jaringan layanan purna jual dan dealer EV di seluruh Indonesia juga ikut mempercepat adopsi. Hingga akhir 2025, tercatat lebih dari 80 diler BYD sudah beroperasi di berbagai daerah, memudahkan konsumen mendapatkan layanan servis dan pembelian kendaraan listrik.

Tren Global yang Selaras dengan Perkembangan di Indonesia

Tren kendaraan listrik bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Secara global, penjualan mobil listrik terus menunjukkan lonjakan signifikan. Data terbaru memperlihatkan bahwa lebih dari seperempat dari total mobil baru yang terjual di banyak pasar dunia pada 2025 adalah EV. Mencerminkan tren adopsi yang semakin cepat di banyak negara berkembang maupun maju.

Meskipun demikian, dominasi BYD di Indonesia juga mencerminkan posisinya dalam arena global. Di berbagai negara, BYD kerap mencatat pertumbuhan penjualan yang pesat, sehingga bukan hanya sebagai fenomena domestik. Tetapi bagian dari tren global yang lebih luas dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Exit mobile version