
Jalur Trans Papua Putus Total Akibat Bencana Tanah Longsor
Jalur Trans Papua Yang Menghubungkan Jayapura Dan Wamena Terputus Total Setelah Terjadi Bencana Tanah Longsor Di Beberapa Titik. Di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026, akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu sore hingga dini hari, sehingga kondisi tanah menjadi sangat labil dan rawan longsor.
Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, setidaknya enam titik longsor melanda sebagian Jalan Trans Papua. Titik-titik tersebut berada di lokasi yang berbeda, mulai dari Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu, Jalan Tanjakan Yahuli, sampai ruas di Area Kampung Wara. Longsor ini menimbun badan jalan dan membuat lalu lintas darat tidak bisa di lalui baik dari arah Jayapura maupun sebaliknya menuju Wamena.
Akibat longsor, sejumlah kendaraan sempat terjebak di sepanjang Jalan Trans Papua, bahkan beberapa unit tertimbun material tanah dan batu. Satu unit truk roda enam yang tengah diparkir di bahu jalan juga ikut terseret dan hanyut ke sungai ketika material longsor menyeretnya. Beruntung, pengemudi dan rekannya berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka serius.
Polda Papua melalui Kabid Humas Kombes Cahyo Sukarnito menyebutkan hingga informasi awal di buat, belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini. Meski demikian, jumlah kerugian materiil masih terus di data karena dampak longsor cukup luas. Dan beberapa kendaraan masih belum bisa dievakuasi dari lokasi.
Balai Jalan Turunkan Alat Berat untuk Evakuasi
Menanggapi situasi tersebut, Balai Jalan dan jajarannya bersama kontraktor proyek peningkatan jalan segera menindaklanjuti kondisi darurat ini. Mereka menurunkan alat berat (excavator, bulldozer, dan alat berat lainnya). Untuk melakukan evakuasi kendaraan yang tertimbun sekaligus membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
Pekerjaan evakuasi ini menjadi prioritas utama karena jalan Trans-Papua adalah arteri vital transportasi darat di wilayah tersebut. Selain menghubungkan dua kota besar, jalur ini juga menjadi rute penting logistik bagi masyarakat di Pegunungan Papua. Yang selama ini mengandalkan akses darat untuk kebutuhan komoditas sehari-hari.
Dalam proses pembersihan ini petugas tetap mengutamakan aspek keselamatan. Mengingat kondisi tanah di lokasi masih labil dan potensi longsor susulan masih tinggi. Terutama karena hujan masih melanda sebagian wilayah Yalimo. Petugas keamanan juga di posisikan di titik-titik aman untuk mencegah warga mendekat ke area berbahaya.
Imbauan untuk Masyarakat dan Dampak terhadap Perjalanan Jalur Trans Papua
Polda Papua bersama instansi terkait mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui jalur Trans-Papua sampai akses di nyatakan aman dan bisa di lalui kembali oleh kendaraan. Hal ini penting untuk menghindari risiko bagi pengendara dan penumpang yang mungkin terjebak bila masih terjadi longsor susulan.
Karena putusnya jalur utama ini, aktivitas transportasi darat terganggu dan berdampak pada distribusi logistik. Para pengendara, termasuk truk angkutan barang dan kendaraan umum, sementara waktu belum bisa melanjutkan perjalanan. Jika kondisi jalan sudah memungkinkan, Balai Jalan akan mengumumkan pembukaan kembali akses Trans-Papua kepada publik.
Faktor Cuaca dan Pencegahan Longsor
Peristiwa longsor ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terus mengguyur kawasan pegunungan Papua sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi. Curah hujan yang deras membuat struktur tanah kehilangan daya tahan, sehingga mudah longsor dan menutup jalur transportasi.
Kondisi geografi Papua yang berbukit dan bergunung menjadi faktor pendukung terjadinya longsor bila tidak di barengi dengan mitigasi risiko yang baik. Oleh sebab itu, kesiapan alat berat dan sistem peringatan dini terhadap ancaman bencana seperti ini sangat penting, terutama menjelang musim hujan yang ekstrem.
Peristiwa tanah longsor yang menutup Jalan Trans-Papua di Yalimo merupakan bencana alam yang berdampak signifikan terhadap arus transportasi darat dan mobilitas masyarakat. Meski belum ada korban jiwa, dampak material cukup besar dengan kendaraan tertimbun dan jalur putus total sehingga memerlukan respons cepat.