Site icon DetikMedia24

Reli Harga Emas Berlanjut, Nilai Langsung Naik dan Proyeksi Tinggi di Tahun 2026

Reli Harga Emas Berlanjut, Nilai Langsung Naik dan Proyeksi Tinggi di Tahun 2026

Reli Harga Emas Masih Berlanjut Memasuki Awal Tahun 2026 Bersamaan Proyeksi Tinggi Dengan Harga Yang Terus Naik

Reli Harga Emas Masih Berlanjut Memasuki Awal Tahun 2026 Bersamaan Proyeksi Tinggi Dengan Harga Yang Terus Naik. Logam mulia yang dikenal sebagai aset lindung nilai itu kembali mencatat kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir, didorong meningkatnya ketidakpastian global, ekspektasi penurunan suku bunga. Serta meningkatnya permintaan aset safe haven. Tren tersebut membuat proyeksi harga emas tahun 2026 ikut terdorong naik. Dengan sejumlah analis mulai membuka peluang emas menembus level psikologis baru.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot pada Senin (19/1/2026) melonjak sekitar 1,6% ke kisaran US$4.666 per ons. Bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday di dekat US$4.689. Lonjakan terjadi di tengah memanasnya tensi geopolitik dan ketidakpastian pasar yang memicu investor memburu instrumen aman seperti emas, yen Jepang, hingga franc Swiss.

Kondisi pasar yang bergejolak juga terlihat dari pergerakan logam mulia lain. Perak turut melesat dan menyentuh rekor baru, menandakan minat investor terhadap komoditas safe haven belum mereda.

Ketidakpastian Global Jadi “Bahan Bakar” Naiknya Emas

Analis menilai reli emas kali ini bukan sekadar efek sesaat. Perubahan di namika ekonomi global, risiko perang dagang, serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi faktor utama yang mendorong sentimen bullish. Dalam situasi seperti ini, emas biasanya menjadi pilihan favorit investor karena di anggap lebih stabil dan mampu melindungi nilai aset saat pasar keuangan tidak menentu. Ketidakpastian Global Jadi “Bahan Bakar” Naiknya Emas.

Laporan Reuters sebelumnya juga menyoroti bahwa spekulasi pasar mengenai pemangkasan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan turut memperkuat kenaikan emas. Ketika suku bunga turun, imbal hasil aset berbasis bunga melemah, sehingga emas yang tidak memberikan bunga menjadi relatif lebih menarik.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara juga di nilai memperkuat tren jangka panjang. Banyak negara meningkatkan cadangan emas sebagai di versifikasi menghadapi ketidakpastian nilai dolar AS.

Proyeksi Harga Emas 2026 Makin Tinggi

Sejumlah lembaga keuangan global bahkan mulai mematok target yang cukup agresif untuk harga emas tahun ini. Reuters melaporkan HSBC menilai harga emas bisa mencapai US$5.000 per ons pada paruh pertama 2026. Dengan alasan tingginya risiko geopolitik dan lonjakan utang global. Proyeksi harga Emas 2026 Makin Tinggi.

Sementara itu, Morgan Stanley juga menaikkan perkiraan mereka dengan target emas bisa berada di level US$4.800 per ons pada kuartal IV 2026.

Dari sisi institusi riset komoditas, World Gold Council (WGC) menyebut outlook emas 2026 masih berpotensi memberikan kejutan. Jika perlambatan ekonomi terjadi dan suku bunga semakin rendah, emas bisa menguat moderat. Bahkan dalam skenario krisis yang lebih berat, emas di nilai bisa melonjak lebih agresif.

Tetap Ada Risiko Koreksi

Meski tren reli kuat, analis tetap mengingatkan Tetap Ada Risiko Koreksi sewaktu-waktu. Reli cepat sering memicu aksi ambil untung (profit taking), terlebih jika tensi geopolitik mereda atau data ekonomi AS membaik sehingga menekan peluang pemangkasan suku bunga. Reuters mencatat, pada pekan lalu harga emas sempat turun lebih dari 1% karena aksi ambil untung setelah menyentuh rekor.

Namun secara keseluruhan, sentimen emas pada 2026 masih cenderung positif. Dengan kombinasi suku bunga yang berpotensi turun, ketidakpastian geopolitik, dan permintaan bank sentral yang kuat, emas di perkirakan tetap menjadi instrumen favorit investor sepanjang tahun ini.

Di dalam negeri, penguatan harga emas global biasanya turut berdampak pada harga emas ritel, termasuk logam mulia batangan. Investor ritel pun kembali melirik emas sebagai pilihan untuk menjaga nilai kekayaan, terutama di tengah fluktuasi pasar saham dan nilai tukar. Pengamat mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan tujuan investasi, sebab emas lebih cocok untuk jangka menengah hingga panjang. Pembelian sebaiknya di lakukan bertahap agar tidak terjebak membeli di puncak harga.

Exit mobile version