Salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa beras yang di konsumsi bebas dari bahan pemutih. Terlebihnya adalah dengan memeriksa label dan nomor registrasi pada kemasan produk. Dan jika jenis yang di produksi dan di edarkan secara legal oleh produsen resmi umumnya. Tentunya telah melalui proses pengawasan mutu serta sertifikasi dari instansi berwenang. Contohnya seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Maupun yang telah memiliki tanda Standar Nasional Indonesia (SNI). Dan label ini menjadi jaminan bahwa beras tersebut telah lulus uji kelayakan konsumsi dan bebas dari zat-zat berbahaya. Serta yang termasuk bahan pemutih. Pada kemasan beras yang aman, konsumen akan menemukan informasi lengkap. Contohnya seperti nama produk, nama produsen atau distributor. Kemudian juga alamat produksi, tanggal kadaluarsa. Serta nomor registrasi BPOM atau nomor SNI. Maka nomor ini biasanya dapat di verifikasi melalui situs resmi lembaga terkait.
Jika informasi ini tidak ada, buram. Ataupun sengaja di samarkan, maka konsumen patut curiga terhadap asal-usul dan kualitas beras tersebut. Sebaliknya, beras yang di jual tanpa kemasan resmi. Terutama dalam bentuk curah di pasar atau toko eceran. Dan juga yang lebih berisiko tidak melalui pengawasan yang memadai. Dalam beberapa kasus, beras curah bisa saja merupakan hasil oplosan. Maupun yang telah mengalami proses pemutihan agar tampak lebih menarik. Tanpa label dan nomor registrasi yang jelas. Maka konsumen tidak memiliki jaminan mengenai keamanan dan kandungannya yang di beli. Dengan membiasakan diri memeriksa label dan nomor registrasi pada kemasan beras. Dan konsumen dapat lebih bijak. Serta terlindungi dari risiko bahan berbahaya. Langkah sederhana ini menjadi bagian dari upaya memastikan. Terlebihnya makanan pokok yang di konsumsi setiap hari benar-benar aman.
Cara Cek Beras Terkandung Pemutih: Lihat Langsung Tandanya Yang Wajib Di Ketahui
Selanjutnya juga masih ada Cara Cek Beras Terkandung Pemutih: Lihat Langsung Tandanya Yang Wajib Di Ketahui. Dan cara lainnya adalah:
Cek Kualitas Saat Di Masak
Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk mengenali apakah beras mengandung pemutih. Tentunya adalah dengan memperhatikan kualitasnya saat di masak. Beras asli yang tidak di beri zat pemutih akan menunjukkan tanda-tanda alami. Ketika di proses menjadi nasi, baik dari segi tekstur, aroma. Maupun ketahanannya setelah matang. Saat di masak, yang asli akan mengeluarkan aroma wangi alami yang khas dari jenisnya. Untuk varietas seperti pandan wangi, rojolele, atau mentik. Serta misalnya, aroma sedap akan terasa lembut dan menenangkan. Sebaliknya, ia yang telah di beri pemutih kadang justru tidak mengeluarkan aroma apapun. Ataupun bahkan bisa mengeluarkan bau menyengat, asam. Dan juga kimiawi yang tidak lazim di temukan pada nasi.
Dari segi tekstur, nasi dari beras asli biasanya terasa pulen atau pera secara wajar. Namun tergantung jenis berasnya. Nasinya tidak terlalu keras, tidak terlalu lembek. Dan juga cenderung tetap enak di santap walau telah dingin. Sebaliknya, nasi dari beras yang di duga mengandung pemutih bisa terasa lembek berlebihan. Kemudian juga berair, atau justru menggumpal tidak merata. Bahkan, rasa nasi bisa menjadi pahit, getir, atau hambar tidak alami. Ciri lain yang patut di waspadai adalah daya tahan nasi setelah matang. Tentu yang asli umumnya bisa bertahan dalam kondisi matang selama beberapa jam. Terlebih tanpa mengalami perubahan signifikan. Namun, nasi dari beras berpemutih cenderung cepat basi, berubah warna. Kemudian juga mengeluarkan bau asam hanya dalam beberapa jam saja. Meskipun di simpan dalam rice cooker atau suhu ruang.
Jadi itu dia ciri yang wajib kalian langsung ketahui dari Waspada Beras Berpemutih.