Site icon DetikMedia24

Wulan Guritno Buka Suara Soal Foto Wajah Bopeng Yang Viral

Wulan Guritno Buka Suara Soal Foto Wajah Bopeng Yang Viral

Wulan Guritno Buka Suara Soal Foto Wajah Bopeng Yang Viral

Wulan Guritno Akhirnya Angkat Bicara Soal Foto Wajahnya Yang Viral Di Acara ZAP (22/10/25), Ia Tampil Jujur Mengenai Kondisi Kulitnya. Di hadapan awak media, wanita berusia 44 tahun ini menunjukkan kedewasaannya. Ia tidak marah atau menghindar. Sebaliknya, ia justru berbicara sangat jujur tentang kondisi kulitnya yang sempat menjadi buah bibir masyarakat luas.

Banyak orang mengira kehidupan publik figur selalu sempurna. Namun, Wulan Guritno mematahkan anggapan itu. Ia mengaku sudah menjadi pejuang jerawat (acne fighter) selama lebih dari dua dekade. Perjalanan ini di mulai sejak ia masih duduk di bangku remaja.

Selama lebih dari 20 tahun, Wulan telah mencoba segala hal. Mulai dari berbagai produk skincare hingga perawatan medis di klinik kecantikan ternama. Sayangnya, bekas jerawat atau bopeng adalah masalah yang sangat kompleks.

Wulan tak memungkiri ada rasa sakit hati di masa lalu. Ia sering merasa kesal saat melihat hasil foto atau video pekerjaannya. Kondisi kulit yang bertekstur membuatnya harus bergantung pada proses penyuntingan atau editing.

“Dulu aku sempat merasa sedih dan kesal. Melihat hasil kerja yang harus di edit terus-menerus itu melelahkan,” akunya. Baginya, yang paling berat bukanlah masalah penampilan fisik semata. Masalah kulit ini secara perlahan mengikis rasa percaya dirinya di depan kamera.

Dengan nada bercanda namun penuh makna, Wulan Guritno menyebut kondisinya sebagai “muka bopeng glam”. Istilah ini ia buat agar tetap bisa merasa senang dengan dirinya sendiri. Meski sempat merasa malu saat wajah aslinya terbongkar, ia mencoba tetap positif.

Sekitar 99% netizen justru pasang badan untuk membelanya. Banyak yang merasa bahwa tuntutan kulit sempurna bagi wanita di usia kepala empat adalah hal yang tidak realistis. “Aku sangat terharu membaca komentar mereka. Ada yang bilang meski wajahku bertekstur, bentuk tubuhku tetap menginspirasi. Mereka masih bisa melihat kelebihan di tengah kekurangan yang aku miliki,” cerita Wulan dengan mata berkaca-kaca.

Wulan Guritno Mengaku Sudah Menjadi Pejuang Jerawat Sejak Masih Sangat Muda

Menjadi seorang figur publik tidak lantas membuat Wulan Guritno bebas dari masalah fisik. Di balik layar, ia menyimpan perjuangan panjang yang jarang di ketahui orang. Wulan Guritno Mengaku Sudah Menjadi Pejuang Jerawat Sejak Masih Sangat Muda. Masalah ini di mulai sejak ia memasuki masa pubertas di usia remaja.

Bagi Wulan, kondisi kulit ini bukanlah fase singkat yang mudah di lewati. Ia telah bergelut dengan masalah jerawat selama lebih dari dua dekade. Bayangkan, selama 20 tahun lebih, ia harus berhadapan dengan tekstur kulit yang tidak menentu. Hal ini tentu bukan perkara mudah bagi seseorang yang bekerja di depan kamera.

Selama rentang waktu yang panjang tersebut, Wulan telah mencoba segala kemungkinan. Ia sudah mencicipi berbagai macam produk skincare, mulai dari merek lokal hingga internasional. Tak hanya itu, ia juga rutin mengunjungi berbagai klinik kecantikan ternama. Berbagai prosedur medis kelas atas pun sudah ia jalani demi mendapatkan kulit impian.

Namun, realitanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bekas jerawat yang membandel, atau sering di sebut bopeng, adalah tantangan terbesarnya. Tekstur kulit yang sudah rusak di bagian dalam memang sangat sulit kembali mulus 100 persen. Meskipun teknologi kedokteran saat ini sudah sangat canggih, pemulihannya tetap butuh waktu lama.

Wulan menegaskan bahwa perjalanan ini penuh dengan pasang surut. Ada saat di mana kulitnya tampak membaik dan memberikan harapan baru. Namun, ada pula masa di mana jerawat kembali muncul dan merusak kepercayaan dirinya. Ia merasa bahwa perjuangan ini adalah sebuah maraton, bukan lari cepat.

Selama bertahun-tahun, ia belajar bahwa tidak ada solusi instan untuk masalah kulit kronis. Kedisiplinan dalam merawat diri adalah kunci utama yang ia pegang teguh. Pengalaman ini membentuk mentalnya menjadi lebih kuat dalam menghadapi kritik publik. Wulan kini memahami bahwa proses perawatan kulit adalah bentuk investasi jangka panjang.

Merasa Sangat Kecewa Pada Dirinya Sendiri

Dunia hiburan sering kali menuntut kesempurnaan fisik yang luar biasa tinggi. Hal ini sempat menjadi beban batin yang sangat berat bagi Wulan Guritno. Sebagai seorang aktris, wajah adalah aset utama sekaligus “kanvas” dalam bekerja. Wulan mengaku sempat berada di titik di mana ia Merasa Sangat Kecewa Pada Dirinya Sendiri.

Perasaan sedih itu muncul setiap kali ia harus melihat hasil kerjanya. Baik itu dalam bentuk foto pemotretan maupun rekaman video untuk film. Ia merasa terpukul saat melihat tekstur wajahnya yang tampak jelas dengan bopeng dan beruntusan. Kondisi ini membuatnya merasa tidak nyaman berada di bawah sorotan lampu kamera yang terang.

Kekecewaan ini di perparah dengan ketergantungannya pada proses penyuntingan digital. Wulan merasa lelah karena fotonya harus selalu di poles atau di-edit agar tampak mulus. Ada pergolakan batin yang hebat antara citra sempurna di layar dan kenyataan di depan cermin. Ia merasa seolah-olah sedang menyembunyikan sisi asli dari jati dirinya kepada publik.

Dampak dari masalah kulit ini bukan hanya soal estetika semata. Rasa percaya diri Wulan pun sempat anjlok ke titik terendah. Ia merasa malu saat harus bertemu orang baru tanpa lapisan makeup yang tebal. Tekanan mental ini terasa jauh lebih menyakitkan daripada jerawat itu sendiri. Ia sering bertanya-tanya mengapa kulitnya tidak bisa semulus rekan-rekan sesama artis lainnya.

Namun, fase kelam ini jugalah yang akhirnya membentuk kedewasaan emosionalnya. Ia menyadari bahwa rasa benci pada diri sendiri tidak akan mengubah keadaan. Kesedihan tersebut perlahan ia ubah menjadi energi untuk melakukan perawatan yang lebih tepat. Ia belajar bahwa kepercayaan diri seharusnya tumbuh dari dalam hati, bukan sekadar dari lapisan kulit luar saja.

Di Banjiri Oleh Simpati Dan Pembelaan Yang Luar Biasa

Awalnya, Wulan Guritno merasa sangat cemas saat kondisi kulit aslinya mulai viral. Ia sempat membayangkan akan menerima gelombang kritik pedas dari warga net. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan dan sangat menyentuh hati. Alih-alih mendapatkan hujatan, Wulan justru Di Banjiri Oleh Simpati Dan Pembelaan Yang Luar Biasa.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa standar kecantikan di masyarakat mulai bergeser. Sebanyak 99 persen netizen justru pasang badan untuk mendukung ibu tiga anak ini. Banyak orang merasa bahwa tekstur kulit yang tidak sempurna adalah hal yang manusiawi. Netizen justru mengapresiasi keberanian Wulan untuk tampil apa adanya tanpa filter yang menipu.

Kolom komentar di media sosialnya berubah menjadi ruang penuh energi positif. Banyak penggemar yang memberikan pujian tulus atas pencapaian fisiknya di usia 44 tahun. Mereka berpendapat bahwa memiliki tubuh bugar dan wajah kencang jauh lebih sulit daripada sekadar memiliki kulit mulus. Dukungan ini membuat Wulan merasa sangat dihargai sebagai seorang manusia seutuhnya.

“Aku benar-benar terharu saat membaca pesan-pesan dari mereka,” ungkap Wulan dengan nada emosional. Ada netizen yang berkomentar bahwa meski kulitnya bertekstur, pesona Wulan tetap tidak terkalahkan. Kalimat-kalimat penyemangat ini menjadi obat bagi rasa rendah diri yang sempat ia alami. Ia merasa tidak lagi sendirian dalam perjuangan panjang melawan masalah kulit. Itulah beberapa dari Wulan Guritno.

Exit mobile version