Betis Bengkak

Betis Bengkak, Kenali Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasinya

Betis Bengkak Atau Pembengkakan Pada Bagian Kaki Bawah Merupakan Kondisi Yang Umum Terjadi Dan Bisa Di Alami Oleh Siapa Saja. Dari Anak-Anak Hingga Orang Dewasa. Kondisi ini sering di sebut dalam dunia medis sebagai edema ketika terjadi penumpukan cairan di jaringan tubuh, khususnya di area betis. Meskipun terkadang bengkak di betis bersifat ringan dan sementara, ada juga kasus yang mengindikasikan masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan medis.

Penyebab Betis bengkak

Pembengkakan pada betis dapat di sebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. Beberapa penyebab umum Betis bengkak antara lain:

  1. Cedera atau Trauma

Kejadian seperti jatuh, terbentur, atau keseleo dapat menyebabkan pembengkakan lokal pada betis. Hal ini terjadi karena tubuh merespons cedera dengan meningkatkan aliran darah dan cairan ke area yang terluka sebagai bagian dari proses penyembuhan.

2. Aktivitas Fisik Berlebihan

Olahraga atau berdiri dalam waktu lama dapat menyebabkan penumpukan cairan di kaki akibat gravitasi. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan membaik setelah kaki di istirahatkan atau di naikkan.

  1. Varises

Penyakit varises atau pembesaran pembuluh darah vena dapat menghambat aliran darah balik ke jantung, sehingga menyebabkan pembengkakan pada betis. Varises sering di sertai rasa berat, nyeri, dan juga terlihat pembuluh darah yang menonjol.

  1. Pembekuan Darah (Deep Vein Thrombosis / DVT)

DVT terjadi ketika ada gumpalan darah di pembuluh vena dalam betis. Kondisi ini berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk emboli paru. Betis yang terkena DVT biasanya bengkak, merah, hangat, dan terasa nyeri saat di sentuh.

  1. Gangguan Jantung, Hati, atau Ginjal

Penyakit jantung seperti gagal jantung, gangguan hati, atau masalah ginjal dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, termasuk pada betis. Kemudian Pembengkakan akibat kondisi ini sering simetris pada kedua kaki dan disertai gejala lain seperti sesak napas, kelelahan, atau perubahan warna kulit.

  1. Infeksi

Infeksi pada kulit atau jaringan lunak betis, seperti cellulitis, dapat menimbulkan bengkak, kemerahan, panas, dan juga rasa nyeri. Infeksi ini membutuhkan penanganan medis dengan antibiotik untuk mencegah komplikasi.

Gejala yang Menyertai Betis Bengkak

Selain pembengkakan itu sendiri, beberapa gejala lain yang dapat muncul meliputi:

  • Rasa nyeri atau pegal di betis
  • Kulit terasa kencang atau mengilap
  • Perubahan warna kulit menjadi merah atau kebiruan
  • Sulit berjalan atau berdiri lama
  • Kram otot pada betis
  • Panas atau rasa hangat pada area yang bengkak

Gejala ini bisa membantu membedakan penyebab betis bengkak — apakah ringan dan sementara atau membutuhkan perhatian medis segera.

Cara Mengatasi Betis Bengkak

Penanganan kondisi ini tergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk pembengkakan ringan antara lain:

  • Istirahatkan kaki
    Mengangkat kaki lebih tinggi dari posisi jantung saat berbaring dapat membantu mengurangi penumpukan cairan.
  • Kompres dingin
    Mengompres betis dengan es atau kain dingin dapat mengurangi rasa nyeri dan bengkak akibat cedera.
  • Kemudian Hindari berdiri lama
    Jika bekerja atau beraktivitas dalam waktu lama, sisipkan waktu untuk berjalan atau meregangkan kaki.
  • Gunakan stoking kompresi
    Stoking khusus membantu mengalirkan darah kembali ke jantung dan mengurangi pembengkakan akibat varises.
  • Perbanyak minum air dan kurangi garam
    Retensi cairan dapat dikurangi dengan hidrasi yang cukup dan pengaturan asupan garam.

Jika bengkak di sertai nyeri hebat, kemerahan, panas, atau sesak napas, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mungkin akan merekomendasikan USG Doppler, tes darah, atau pengobatan khusus tergantung penyebabnya.

Pencegahan Betis Bengkak

Beberapa langkah pencegahan yang bisa di lakukan:

  • Rutin olahraga ringan untuk melancarkan peredaran darah
  • Mengatur berat badan agar tidak membebani kaki
  • Hindari duduk atau berdiri terlalu lama
  • Kemudian Kenakan sepatu yang nyaman dan tidak terlalu sempit
  • Konsumsi makanan sehat rendah garam